Rabu, 21 Februari 2018

Musim mancing lemedok dan cencen

Memasuki awal bulan februari ini musim hujan lambat laun hilang dan berganti memasuki musim kemarau  bagi para maniak mancing air tawar. Inilah saatnya untuk berburu / memancing si ikan cencen dan lemedok sungai (Binjai dan langkat)
Soal sensasi mancingnya jangan di tanya ngeri-ngeri sedap istilah orang  medan ,dengan piranti sederhana dan alat memancing sekecil kecilnya dan ukuran benang sehalus halusnya . Malah lebih sadis jika ikan lemedok  berat di atas 1/2 kg yang memakan dan menyantol di pancing, di musim kemarau  seperti inilah..saatnya ketika air kecil dan jernih ,umpan2 yang cocok untuk menggoda ikan antara lain:

*Rayap kayu baik pohon nipong atau pun pohon nangka.
*Ulat belimbing atau ulat buah apa saja ,yang masih bergerak utk menggoda si ikan.
*lumut rambut, lumut sawah , lumut ganggang.
*sawit tepung (umpan jadi).

Lokasi sungai cocok untuk semua sungai berair tawar baik di sekitaran Binjai atau di kab. Langkat .lihat di gambar salah satu spot mancing di SELESAI LANGKAT, atau di sungai wampu SELAYANG. bisa untuk di coba .. 

Selasa, 19 Desember 2017

UDANG GALAH SUNGAI WAMPU

Line: 0.18 - v.tro
Kail khusus udang - carbon
Joran ringan 1 meteran - golden fish
Katrol sure catch 1000.
Umpan cacing batang pisang busuk

Minggu, 03 Desember 2017

NILA DAN MUJAIR AIR PAYAU

TRIK MUDAH Memancing nila dan mujair dengan menggunakan udang kecil yang masih hidup.

*. Siapkan joran tegek ukuran 3 meteran atau lebih,atau juga bisa joran pancing dengan ukuran yang lebih pendek namun menggunakan reel 1meteran atau lebih.

*. Gunakan udang air tawar yang masih hidup dan berukuran kecil, kemudian masukan kedalam mata pancing cukup tancapkan bagian ekor agar tetap hidup.

*. Pilih lokasi yang teduh dan dalam, kemudian anda bisa melempar mata pancing sejauhnya dan berhati-hati karena jika  kita menggunakan umpan hidup akan mudah lepas.

*. Pada umumnya jika anda memancing dengan menggunakan umpan kecil, ikan akan lebih agresif  memakan (khususnya air payau)jika dibanding dengan menggunakan lumut. Namun terkadang hasil tangkapan juga bisa lebih kecil atau mungkin juga tergantung keberuntungan (rezeki).

*. Apabila pelampung sering bergerak-gerak namun tidak turun kebawah, lebih baik diamkan saja, karena kemungkinan jika seperti ini yang memakan adalah ikan sepat yang mulutnya sangat kecil sehingga sulit dipancing. Tunggu hingga ikan benar-benar agresif memakannya, dan jika apungan sudah turun langsung tarik.

*. Satu tambahan lagi, pada umumnya ikan mujair dan nila di air payau lebih mudah dipancing menggunakan udang hidup, namun jika anda menggunakan umpan lumut, lebih baik di air tawar atau rawa-rawa saja.

Minggu, 22 Oktober 2017

MANCING BENAM / RENDAM / DASARAN

Ketika kita memancing dengan teknik dasaran, pemilihan umpan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan, tidak semua jenis umpan efektif digunakan, karena terkadang ikan lebih cenderung tertarik dengan melihat pergerakan mangsa, kadangkala ikan mencari makan mengandalkan penciuman, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalkan kejernihan dan kekeruhan air laut, dimana saat kondisi air sangat keruh umpan yang memiliki aroma bau lebih kuat yang akan mengundang ikan untuk menyambarnya. Sebagai contoh terkadang pada saat kondisi tertentu umpan irisan tongkol akan lebih cepat disambar ikan dibanding umpan jenis lain. Mancing dasaran dengan umpan irisan cumi Umpan yang lebih segar juga akan lebih bagus digunakan karena memiliki aroma yang lebih natural. Sebagai contoh mancing dasaran menggunakan umpan cumi segar yang langsung beli di ambai nelayan akan berbeda dengan umpan cumi hasil beli dipelelangan yang mungkin sudah terkena pengawet seperti formalin. saya pernah mendapati ketika cumi seger cepat mendapat sambaran cumi hasil beli dipasar belum juga disentuh oleh ikan. Menentukan rangkain pancing yang akan di gunakan Menentukan rangkaian pancing dalam hal ini meliputi pemilihan ukuran senar untuk rangkaian, pemilihan leader untuk rangkain, dan penyesuaian panjang leader dengan kondisi arus saat mancing. - Pemilihan ukuran leader untuk rangkaian Pemilihan ukuran senar sangat berpengaruh dengan agresifitas ikan menyambar umpan, semakin kecil rangkaian senar yang digunakan akan semakin cepat pula ikan menyambar umpan, hal ini berhubungan dengan sensitifitas ikan itu sendiri. beda ikan tentunya berbeda tingkat sensitifitasnya. Penggunaan senar kecil ketika memancing dasaran, akan lebih besar resiko putus ketika disambar ikan besar, tapi dengan pemakaian simpul yang tepat dan pemahaman mengenai pengaturan setting drag yang benar masih besar kemungkinan ikan bisa landed meskipun tak secepat penggunaan leader ukuran besar tapi sebaliknya sensasi yang didapat juga akan berbeda tentunya. Kecuali jika kita sedang memancing dengan target ikan gerombolan, yang jika terjadi putus akan bubar semuanya seperti gerombolan ikan kakap merah, penentuan ukuran leader akan sangat vital, sebaiknya bertanya langsung pada teman yg sudah pernah yg akan mengantar kita ke spot tersebut untuk pemakaian ukuran leader yang tepat. - pemilihan jenis senar untuk rangkaian Pemilihan senar/leader untuk rangkaian juga akan menentukan kesuksesnya kita di saat mancing dasaran, leader yang memiliki tingkat indek bias lebih baik akan lebih samar dan tidak begitu terlihat ketika berada dalam air, misalnya leader fluro carbon yang memiliki indek bias 1.43, yang mendekati indek bias air sebesar 1.34, sedangkan senar berbahan nylon hanya memiliki indek bias 1.53, selain itu fluro karbon memiliki berat jenis yang lebih dibanding senar nylon yaitu sebesar 1.78 kg/lt sedangkan senar nylon sebesar 1.14 kg/lt, jadi akan lebih cepat tenggelam didalam air. Kelebihan lain dari senar fluro karbon memiliki sensitifitas lebih baik dibanding senar nylon. Tapi kelemahan senar flouro carbon sifatnya lebih kaku dibanding senar nylon dan hanya memiliki kekuatan ikatan sebesar 60 % dibanding senar nylon sekitar 70 hingga 80 %. Jadi perbedaan ini bisa kita jadikan pertimbangan ketika memilih leader untuk rangkaian pancing. - Penyesuaian panjang rangkaian leader dengan kondisi arus air Panjang rangkaian leader dalam hal ini yang dimaksud adalah panjang kumis atau line ke hook. Ketika kondisi arus cukup deras pemakaian kumis panjang akan lebih efektif, karena ketika terkena arus umpan akan lebih bisa bermain kekanan atau kekiri, hal ini tentunya akan menarik ikan untuk menyambarnya, pemakaian kumis panjang sebaiknya menggunakan satu rangkaian kumis, baik dengan posisi pemberat dibawah atau ditengah antara leader dan kumis ke hook, untuk menghindari resiko kusut. Ketika arus sedang atau lemah cenderung mati pemakaian dua rangkaian kumis akan lebih efektif, dengan catatan usahakan panjang kumis tidak melebihi panjang pemberat/bandul, dan jarak kedua rangkaian kumis tidak saling bersentuhan, karena ketika arus mati umpan akan cenderung jatuh kebawah, jika jarak rangkaian antara dua kumis dan pemberat berdekatan, akan beresiko terbelit/kusut. Teknik memasang hook ke umpan Pada dasarnya asal umpan kita cantelin dimata kail/hook ada kemungkinan disambar ikan. Tapi ketika kita menghadapi situasi dimana terlalu banyak ikan ikan kecil berada di spot, kemungkinan besar kita akan mudah kehilangan umpan dengan hanya sekedar mencakok kail ke umpan, belum lagi ketika kita mancing di spot yang agak dalam, tentunya akan sangat capek menghadapi hal ini, solusinya kita bisa mencoba teknik umpan jahit dengan posisi ujung hook berada diujung umpan, menurut teorinya ketika ikan menyambar umpan ujung kail lah yang akan sampai lebih dulu ke mulut ikan. Tapi cara ini tidak berlaku untuk jenis ikan dengan mulut kecil yang lebih suka menggerogoti dan mencabik2 umpan seperti ikan gerot gerot.

SPOT LIAR DI LANGKAT 100% NO ZONK

Mancing mania! Begitu banyaknya spot-spot potensial di daerah langkat yang masih belum di explore baik rawa,sungai,laut,muara ataupun paloh-paloh mangrove .
Kali ini rombongan gila mancing binjai, berbaik hati mengajak sy mancing di rawa..wah senangnya pingin juga memang merasakan sensasinya berburu ikan gabus, betik, putak, nila dan mujair , langsung aja kita berangkat ke lokasi di daerah Tanjung Pura masih di kab.Langkat ,mantap2 memang ciri khas mancing liar seperti ini yang membikin sensasi berbaur dengan alam dan berkeringat wah.. sehat pastinya badan nih sambil mancing sekalian olah raga . Soalnya sy tanya kok jalurnya ke rawa2 sekarang, gak ke laut lagi dengan enteng mereka menjawab nih lagi terik2nya matahari 35 derajat bro!! Ngapain gosongin kulit kek gak ada hari lain ,saat cuaca bersahabat.... benar juga dalam hatiku selamat memancing lah kesenangan/hobby seseorang kan bebas berexpresi .

Sekitar jam 02 siang ,kempis temPat ikan masing2 sudah lumayan kebanyakan dapat ikan gabus dgn frog casting, ada juga betik dan putak , kok lama2 bosen juga mancing di rawa dan semua kyaknya setuju pindah ke tempat spot yang baru namun tiba2 hp teman berbunyi, eh.. ada teman lain dari komunitas mancing alam liar dan mereka juga lagi mancing tak jauh dari lokasi kami, mantapp lah kata mereka serempak, yah akhirnya gabung dgn mereka dan perjalanan kami lanjutkan kearah benteng ,sampan getek sei.wampu. Awalnya kurang yakin juga kami dgn spot yang mereka sebut ternyata memang mantap spot simpanan mereka jika air sungai lagi jernih,,, tambah lagi pengalaman mancing liar di air tawar..

Senin, 28 Agustus 2017

MANCING MUARA

Air payau memiliki keanekaragaman ekosistim jenis ikan tersendiri, mengingat adanya pertemuan antara air asin dan air tawar. Terkadang pasang - surut air laut, konsentrasi kadar garam yang terlarut dan cuaca bisa menjadi peluang maupun hambatan bagi penggemar memancing untuk mendapatkan ikan hasil tangkapan.Biasanya ikan yang hidup di perairan payau akan lebih mudah didapatkan pada waktu laut sedang pasang, dimana pergantian air biasanya membawa sumber makanan dan meningkatkan kadar oksigen yang terlarut dalam air. Ikan air payau biasanya hidup di muara atau sungai yang berbatasan langsung dengan laut, tambak yang dekat dengan laut, atau hutan bakau yang dekat dengan sungai. Biasanya ikan air payau bersifat karnivora atau pemakan ikan-ikan kecil lainnya, misalnya : kakap putih (cukil / barramundi), keting, sembilang, dugang, kakap hitam (black bass), erong-erong, kerapu lumpur, glomoan, ikan pee, ikan lidah, dsb. Ada juga yang bersifat harbivora yaitu pemakan ganggang lumut atau tumbuh-tumbuhan laut, misalnya : bandeng, belanak, mujaer / nila, dsb. Memancing ikan air payau pada umumnya bisa dilakukan di tambak dekat laut dan di muara sungai. Memancing ikan air payau di daerah tambak / empang dekat laut biasanya lebih mudah dilakukan pada saat air laut pasang, biasanya lokasi terbaik berada dekat dengan pintu masuk air. Lokasi pintu masuk air menjadi lokasi terbaik karena pada saat air laut pasang akan terjadi pergantian air yang membawa makanan dan meningkatkan kadar oksigen yang terlarut. Disamping itu, biasanya lokasi pintu masuk air lebih dalam daripada tempat-tempat lain disekitar tambak, hal ini menjadi tempat kegemaran ikan untuk hidup, dan menghindari panas akibat sinar matahari di siang hari.

Memancing ikan air payau di daerah muara sungai memancing ikan di muara sungai biasanya banyak dilakukan di sekitar tanggul muara, di pinggir sungai dekat laut, pintu masuk air di kawasan tambak, jembatan dekat muara, pelabuhan dekat muara, di depan hilir sungai (menggunakan perahu), atau menyusuri aliran sungai / anak sungai yang banyak hutan bakau (menggunakan perahu). Memancing ikan air payau kurang baik dilakukan jika air sedang surut dan terjadi pencemaran di daerah sekitar, misalnya : limbah pabrik, limbah rumah tangga, solar tumpahan kapal pelabuhan, dsb.
Untuk mengetahui pasang surut air laut, kita bisa mendapatkan informasi dengan memperhitungkan kalender bulan, biasanya laut pasang pada saat bulan purnama atau pada saat posisi bulan dekat dengan bumi, disamping itu untuk melengkapi informasi kita lebih baik minta pendapat pada masyarakat sekitar perairan tersebut.
Memancing ikan air payau yang bersifat karnivora biasanya lebih baik jika menggunakan umpan hidup (live bait) misalnya dengan menggunakan udang hidup , ikan belanak / bandeng hidup. Ukuran ikan / udang yang ingin dijadikan umpan harus menyesuaikan dengan ukuran ikan yang menjadi target pancingan, pada perinsipnya jangan sampai umpan yang digunakan tidak bisa masuk kemulut ikan. Ada cara lain untuk mendapatkan ikan yang bersifat kernivora, yaitu dengan menggunakan umpan buatan (artificial bait), misalnya, dengan menggunakan ikan / udang buatan.
Tehnik pemancingan dengan menggunakan ikan / udang buatan biasanya dilakukan dengan cara poping / casting. Memancing ikan air payau yang bersifat herbivora atau pemakan tumbuhan, biasanya menggunakan lumut yang biasanya hidup di daerah tambak atau perairan sekitar. Mengingat ikan pemakan tumbuhan biasanya bermulut kecil, maka gunakanlah mata kail berukuran kecil, tetapi tetap disesuaikan dengan mulut ikan. Biasanya ada jenis rangkaian mata kail khusus yang di desain untuk umpan menggunakan lumut yang bisa didapat di toko alat-alat pancing terdekat.
Memancing ikan air payau hasil budidaya misalnya bandeng, bisa juga dengan menggunakan pellet butiran / bubuk, baik yang menggunakan essen ataupun tidak, biasanya aroma yang digunakan tidak bersifat pasti, tetapi membutuhkan trial and error (coba-coba), karena setiap kolam memiliki karakter aroma tertentu, tetapi pilihan terhadap aroma essen berkualitas baik tetap dibutuhkan. Gunakan petunjuk essen secara benar, dan jangan melebihi aturan yang disarankan, penggunaan essen yang terlalu pekat akan menghasilkan aroma yang kuat sehingga dapat menyebabkan nafsu makan ikan akan menurun dalam menyantap umpan.

Minggu, 27 Agustus 2017

HILANGI SUNTUK DI KOLAM ACUN

Awalnya pusing hari minggu ingin mancing ke mana tujuan, asal jangan mancing blusukan wkwk... eh ketemu teman ngajakin mancing ke hamparan perak, oke saja dan selanjutnya jalan ke kolam pancing Acun mantap !! Coba strike kakap kereen..sip...sip